Sebatas Mimpi
Karya :
Tohirotul Khasanati
Dengan ditemani heningnya malam.
Dan seberkas sinar rembulan.
Aku mencoba untuk memejamkan mata.
Aku melihat.
Begitu terang sinarmu.
Bagai matahari menyinari bumi.
Tapi, kau tak menyebarkan panas.
Sinarmu begitu mulia.
Sampai semua terlena akan sinar itu.
Semua, tahu akan kisahmu.
Bahkan, mereka mengabadikannya.
Dalam hati, mereka menyebut namamu.
Sekedar sebagai pengobat rindu,
Pelipur
lara, penguat iman.
Ketika gelisah melanda hati mereka.
Ketika
aku menyebutmu,
Serasa
hati ini gemetar.
Terang
sekali rasanya.
Serasa
melihat sosokmu.
Andaikan aku benar-benar bisa melihatmu.
Tapi, itu hanya sebatas mimpi belaka.
Ya Nabi, Ya Rasul…
Sungguh mulianya engkau.
Sampai sinarmu tak pernah padam.
Dari dulu sampai sekarang.
Sinar itu terus menyinari kami.
Sebagai penguat iman, dan pelengkap hidup kami.
No comments:
Post a Comment