Wednesday, 4 November 2015

Puisi Hati Terdalam "Sebatas Mimpi"



Sebatas Mimpi

Karya : Tohirotul Khasanati

Di malam yang sunyi ini,
Dengan ditemani heningnya malam.
Dan seberkas sinar rembulan.
Aku mencoba untuk memejamkan mata.

Aku melihat.
Begitu terang sinarmu.
Bagai matahari menyinari bumi.
Tapi, kau tak menyebarkan panas.

Sinarmu begitu mulia.
Sampai semua terlena akan sinar itu.
Semua, tahu akan kisahmu.
Bahkan, mereka mengabadikannya.

Dalam hati, mereka menyebut namamu.
Sekedar sebagai pengobat rindu,
Pelipur lara, penguat iman.            
Ketika gelisah melanda hati mereka.

Ketika aku menyebutmu,
Serasa hati ini gemetar.
Terang sekali rasanya.
Serasa melihat sosokmu.

Andaikan aku benar-benar bisa melihatmu.
Tapi, itu hanya sebatas mimpi belaka.
Ya Nabi, Ya Rasul…
Sungguh mulianya engkau.

Sampai sinarmu tak  pernah padam.
Dari dulu sampai sekarang.
Sinar itu terus menyinari kami.
Sebagai penguat iman, dan pelengkap hidup kami.

No comments:

Post a Comment