Ketika
semuanya telah pergi meninggalkan seberkas luka dalam hatiku yang sulit untuk
diobati, engkau datang dalam hatiku ini memberikan cahaya sebagai penerang
pengobat.
Fanie
bingung dengan keadaan ini. Saat ini dia merasakan sesuatu yang aneh dalam
dirinya. Entah kenapa dia terbayang oleh sosok pria yang sangat istimewa
baginya.
“Astaghfirullahal ‘adhim...Ya Allah di dalam
hatiku selalu menyebut namanya. Kenapa Engkau selalu menghadirkan dia di dalam
benakku, mungkin semua
rasa yang aku berikan untuknya hanyalah sebatas khayalan untuk mencintainya.
Fanie
adalah gadis manis yang diidam-idamkan oleh para pria di sekolahnya dan
ditambah pula dengan kesopanannya. Kesabaran nya yang membuat semua pria jatuh
hati padanya.
Tett...!!!
jam istirahatpun berbunyi, aku dan temanku bergegas keluar untuk menuju ke
kantin. Tanpa aku sadari dari arah yang berlawanan ada seorang pria yang
berlari dengan cepat, sehingga aku tidak bisa menghindarinya, akhirnya
terjadilah tabrakan antara aku dan dia.
Brakkk...!!!
Woww...kalo
jalan pakai mata dong...!!!
Ehh...loe
yang salah malah nyalahin gue...
Udah
Fan...ngapain kita ngurusin orang yang gak penting kaya’ dia (sahut salah satu
teman-temannya).
Dengan
sedikit kesal, cowok tersebut agak nggak terima dengan cewek yang dihadapinya
saat ini.
“Ehh,
lo pikir dengan cara lo nabrak gue semua masalah lo bisa selesai begitu aja.
Gue
akan buat perhitungan buat elo...
Fanie
pun sangat kesal sama perlakuan cowok tersebut.
Iiihhh...nie
cowok nyebelin banget sich...
Masalah sepele aja dibesar-besarkan, dasar cowok
gak tau malu.
Salah
satu teman Fanie akhirnya meminta maaf sama cowok nyebelin itu...
Ya
udah... Fanie minta maaf ma elo, gak usah dibuat ribet.
Iiihhh...nggak
banget gue minta maaf sama dia, emang gue yang salah, dia aja yang main
nabrak-nabrak duluan...
Udah yuk ah...cabut, pusing gue lihat tampang
wajahnya.
Akhirnya
Fanie dan teman-teman menuju ke kantin dan mereka memesan makanan
masing-masing, ehh...ngomong-ngomong cowok tadi kok cakep juga ya... (kata
teman Fanie).
“Apa
loe bilang??”
Cowok
kaya gitu dibilang cakep, ihh, gak banget deh ah...jujur yaa...tadi itu gue
kesel banget sama tu anak.
Udah salah sendiri malah nyalahin orang, egois
banget kan??..
Awas
ya...kalau ketemu lagi, huh...mimpi apa tadi gue semalam...
Ya
udah, ayo kita ke kelas, bentar lagi pulang...
Merekapun
pergi menuju kelas. Akhirnya jam pulang tiba dan Fani menunggu jemputan dari
supirnya, karena si gadis ini rada-rada manja, maunya selalu antar jemput.
Fanie
pun sampai di rumah, disuruh mamanya ganti baju, trus makan, gak lupa
solat...tanpa tersadari dia tidur. HP nya pun berbunyi, ternyata temannya SMS.
Ada pria yang mengaguminya, tapi nomor ini sangat misterius tidak ada nama
terangnya.
Fanie
pun merasa penasaran dengan pria misterius tersebut. Fanie pun menyelidikinya.
Dan ternyata laki-laki itu bernama Fadhli. Setelah
Fanie mengetahui akhirnya dia sering sms-an dan di dalam komunikasinya mereka
berdua timbul perasaan yang sama. Pada keesokan harinya tibalah hari Valentine.
Banyak
cowok yang ngasih dia coklat dan bunga. Fadhli pun begitu dia memberi Fanie
bunga, coklat, boneka tapi lewat temannya.
Dan
pada pertemuan itu, membuat Fadhli semakin penasaran dengan gadis yang sangat
dikaguminya.
Hari
demi hari, minggu demi minggu Fadhli sering ngajak temuan di tempat yang sama
saat dipertemukan.
Merekapun
saling bertukar pikiran. Dari pertemuan itu...timbullah benih-benih cinta di
hati dua insan.
Fadhli
mencoba mengutarakan perasaaannya. Sebuah perasaan yang membuat Fadhli resah
dan gelisah selama ini.
“Fan..jujur dari hatiku paling dalam, bahwa aku
sangat mencintaimu dan menyayangimu. Aku nggak bisa membohongi perasaanku
sendiri, perasaan ini muncul begitu saja saat aku melihat kamu.
Engkau adalah wanita yang membuat aku berfikir
untuk menjaga lebih baik. Tapi apakah aku pantas, jika aku menjadi sebagian
dari tulang rusukmu...Fanie...??
“Maukah kamu menjadi pendamping hidupku?
Perkataan tersebut membuat Fanie kaget.
“Jujur ya...aku juga mencintaimu, tapi apakah aku
pantas menjadi sebagian dari hidupmu.,..
Dengan rasa bahagia Fadhli mencium kening
Fanie..dan berkata “I will never let you go. You’re my first and my last.”
Akhirnya
dia menjalani hubungan tanpa kejanggalan di hati mereka masing-masing.
Karena Allah berkata lain...
Faniepun
sering sakit-sakitan dan diapun akhirnya dibawa ke rumah sakit. Dan ternyata
dia mempunyai penyakit yang sudah sangat parah. Dia terkena penyakit kanker
otak.
Dan kata dokter usianya tinggal menghitung hari.
Fadhli
sangat sedih mendengar kabar yang pahit. Disaat detik-detik terakhirnya Fadhli
dan teman-teman tak kuasa melihat semua kenyataan ini. Fanie mengucapkan pesan
terakhirnya kepada Fadhli
“Sayang...
Jangan pernah berhenti mencintaiku dan jangan
pernah melupakanku, meskipun aku pergi jauh darimu
Maafkanlah bila kutak bisa bahagiakanmu seperti
yang kau pinta...
Dan
yakinlah bahwa suatu saat nanti Engkau akan miliki yang mampu
bahagiakanmu..simpan diriku di dalam hatimu untuk selamanya...
Jagalah dirimu baik-baik. Kutunggu kau di pintu
surga.
Fadhli tak bisa membendung air matanya. Tangisan
sedih membasahi pipinya.
Lalu dia melantunkan puisi yang terakhir kalinya..
“Sayang...
Begitu
jauh Tuhan memisahkan kita...yang tersisa hanyalah rangkaian doa.
Semoga semua itu menjadi puing cinta yang tak
rapuh untuk selama-lamanya....
Selamat Jalan Sayang...
Selamat Jalan...