Karya : Tohirotul Khasanati
Mentari, bagi ku sudah tak bersinar lagi.
Bulan dan bintang hilang entah kemana.
Hingga akhirnya, dingin dan gelap menelan ku.
Di tengah hati yang sedang gundah ini.
Kenapa aku harus mengenalmu ?
Bila akhirnyaa harus berpisah.
Kenapa aku harus mencintaimu ?
Dan merasakan,
Sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan?
Kenapa aku harus menangis,
Untuk orang yang tak menganggap ku ?
Sakit hati ini, akhirnya aku rasakan.
Hingga membuat hati ku ini mati.
Hingga membuat ku tak bisa berpaling dari mu.
Bila kini ku hanyalah masa lalu mu.
Kenapa kau masih takut dan lari dari ku ?
Apa kau tak ingin mengenal ku lagi ?
Ataukah..
Kau telah memiliki seseorang yang berarti bagi mu ?
Ya ALLAH..
Izinkanlah aku untuk lari darinya.
Izinkanlah aku bernafas lega tanpa mengingatnya.
Izinkanlah aku hanya menangis karena kehendakmu.
Entah ya ALLAH..
Aku tak tau,
Apa yang ia pikirkan.
Andaikan saja ya ALLAH..
Engkau memberi hamba pengetahuan tentang perasaanya pada hamba.
Hamba akan tahu, apakah hamba harus lanjut mencintainya ?
Ataukah melepasnya?
Karena hamba 100% sangat mencintainya ya ALLAH..
Izinkanlah aku untuk lari darinya.
Izinkanlah aku bernafas lega tanpa mengingatnya.
Izinkanlah aku hanya menangis karena kehendakmu.
Entah ya ALLAH..
Aku tak tau,
Apa yang ia pikirkan.
Andaikan saja ya ALLAH..
Engkau memberi hamba pengetahuan tentang perasaanya pada hamba.
Hamba akan tahu, apakah hamba harus lanjut mencintainya ?
Ataukah melepasnya?
Karena hamba 100% sangat mencintainya ya ALLAH..
Sampai mati..
Seperti keimanan hamba padamu ya ALLAH..
Akan aku bawa sampai mati.
Jadikanlah ia imam ku, ya ALLAH..
Akan aku bawa sampai mati.
Jadikanlah ia imam ku, ya ALLAH..
No comments:
Post a Comment